Comrade...

Saturday, 7 June 2014

Bayu Yang Dirindu

Bayu yang dirindu
Hembusan mu meniup lembut tangis kerisauan
Hembusan mu membuatkan hati menjadi nyaman
Hembusan mu melingkarkan selembar senyuman
Hembusan mu membuat diri ini tertawan

Bayu yang dirindu
Hembusan mu hadir dengan ribuan kemesraan
Membawa kenangan yang berlalu
Dengan ribuan warna keemasan

Bayu yang dirindu
Kini kau tidak lagi bertiup sayup
Tiada lagi senandung sukma yang mendayu
Tiada lagi hembusan jiwa yang menusuk
Tiada lagi lembaran tawa duka senda gurau mu

Bayu yang dirindu
Sesekali terasa libasan angin mu menderu memanggil daku
dengan harapan ku menyakinkan ianya hadir di situ
Tapi sayangnya deruan angin itu
Bukan kepada ku

Mungkin kini bayu yang dirindu masih bertiup
Sayup..
Jauh tidak kelihatan..
Kerna bayu itu bukan bertiup di helaian rambut ku

Bayu yang di rindu
Jika kau dengar panggilan ku
Jawablah persoalan ku satu persatu

Bayu yang dirindu
Daku rindu suka duka bersama mu
Membawa tawa tatkala duka
Melebar senyuman tika suka
Melerai kusutan yang bersimpul mati di minda
Menemani diri ketika kesunyian berteman di jiwa
Untuk sentiasa anda dan kekal bersama

Diri ini berdiri utuh di sini
Tidak berubah hati meskipun musim bertukar ganti
Kerna yang dirindu adalah kehangatan bayu yang sejati
Yang dirasai jauh ke lubuk sanubari

-Nukilan Purnama Malam-


No comments:

Post a Comment